"Dari kita sendiri, ini juga perlu disampaikan, bahwa seluruh kekuatan sudah dikerahkan," ujar sang presiden dalam konferensi pers di Kantor Pusat Badan SAR Nasional (Basarnas), Kemayoran, Jakarta, Senin (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), ia menginstruksikan agar bekerja secepat dan semaksimal mungkin untuk mengungkapkan penyebab hilang kontaknya pesawat, sehingga ke depannya perbaikan bagi keselamatan penerbangan bisa dilakukan secara efektif.
Jokowi juga memerintahkan Kementerian Perhubungan untuk segera memeriksa kembali seluruh prosedur dan prosea penerbangan, serta kondisi pesawat secara maksimal sebagai langkah preventif dan perbaikan. "Sejalan dengan apa yang disarankan oleh International Civil Aviation Organisation (ICAO)," ucap dia.
Demikian juga dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jokowi menginstruksikan, dalam memberikan informasi cuaca yang tidak bersahabat agaknya harus semakin ditingkatkan secara maksimal, agar dapat menjadi acuan bagi penerbangan dalam negeri.
Eks Wali Kota Solo itu menyebutkan, Indonesia mendapatkan bantuan dari negara-negara sahabat, seperti Malaysia, Australia, Singapura, dan Korea Selatan.
"Dari Malaysia misalnya, membantu kita tiga kapal, helikopter dan satu C-130. Dari Australian, dua pesawat. Singapura, dua pesawat C-130 dan dua kapal," kata dia menjabarkan.
Menutup konferensi pers, Jokowi mengajak seluruh komponen masyarakat untuk semaksimal mungkin mendukung pencarian pesawat ini. "Kita harapkan agar segera mendapatkan hasil dan kejelasan dan kita berdoa supaya upaya pencarian ini dimudahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan seluruh penumpang segera kita ketemukan," tutur dia.