"Celah mana yang perlu diperbaiki agar kasus Akil tidak terulang?" tanya Widodo kepada salah satu calon hakim MK, I Dewa Gede Palguna, dalam seleksi wawancara di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (30/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, kata Palguna, mekanisme jalur cepat melalui pembahasan oleh tiga hakim menjadi pilihan. Ketiga hakim tersebut akan menilai dan memantau proses verifikasi data dan menyodorkan beragam pertimbangan kepada pleno.
Merujuk UU Pemilu, sengketa Pemilu Legislatif harus diputuskan oleh MK dalam tempo maksimal 30 hari. Sementara Pemilu Presiden, diputus dalam waktu 14 hari kerja.
Padahal, menurut dosen Universitas Udayana tersebut, sengketa Pilkada merupakan perkara yang paling mudah ditangani. "Ada pihak yang mendalilkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) salah menghitung. Tinggal dilihat berapa warga yang punya hak pilih, berapa yang menggunakannya, berapa suara yang sah, itu yang kita hitung," ujarnya.
Data tersebut kemudian disandingkan dengan dalil penggugat dengan penghitungan KPU. Setelah itu, akan terlihat pihak mana yang melakukan penipuan. "Kalau caranya seperti itu, tidak ada ruang buat hakim melakukan korupsi," katanya.
Dalam kasus Akil, dia terbukti menerima suap dalam sengketa Pilkada Wali Kota Palembang Romi Herton dan Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang. Dalam guagatan yang diajukan, Akil memenangkan kedua tokoh tersebut dalam sengketa Pilkada.