"Kecepatan ombak di wilayah penemuan (AirAsia QZ8501) antara 4 sampai 6 knot. Jika (kecepatan ombak) di atas 4 knot itu membahayakan penyelam," jelas Kepala Divisi Operasi Basarnas, Tatang Zaenudin, kepada CNN Indonesia di kantor pusat Basarnas, Jakarta, Selasa (30/12) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambahan armada dan personil evakuasi telah dilakukan oleh Basarnas, TNI, dan pihak-pihak lain yang membantu. Hingga malam ini diketahui ada tiga tambahan kapal laut yang berangkat dari Jakarta menuju perairan di selatan Pangkalan Bun untuk mencari badan utama pesawat.
Perkembangan proses evakuasi benda dan penumpang AirAsia QZ8501 akan disampaikan Basarnas Pusat pada Rabu (31/12) pagi nanti.
Seorang awak pesawat Hercules C-130 melakukan pemetaan ketika mengikuti pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak di Perairan Belitung Timur, Bangka Belitung, Senin (29/12). Tim pencari dari TNI AU yang mengerahkan enam pesawat menemukan tumpahan minyak di perairan sebelah barat Belitung, namun belum bisa dipastikan sebagai bahan bakar pesawat AirAsia yang hilang kontak. ANTARA FOTO/Wahyu Putro |
Seorang awak pesawat Hercules C-130 melakukan pemetaan ketika mengikuti pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak di Perairan Belitung Timur, Bangka Belitung, Senin (29/12). Tim pencari dari TNI AU yang mengerahkan enam pesawat menemukan tumpahan minyak di perairan sebelah barat Belitung, namun belum bisa dipastikan sebagai bahan bakar pesawat AirAsia yang hilang kontak. ANTARA FOTO/Wahyu Putro