Pilot Kapten Mayor (Pnb) Andi Andre bersama Kapten (Pnb) I Kadek Wiliantara, Kopilot Lettu (Pnb) Denta, dan Letda (Pnb) Firman beserta 15 kru ditugaskan menyisir Area 2 pencarian, tapi tak membuahkan hasil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini Andre beserta tim yang berbasis di Pontianak menunggu perintah selanjutnya dari Badan SAR Nasional (Basarnas). Andre dan rekannya dipastikan bakal kembali melakukan pencarian setelah cuaca dipastikan bersahabat.
"Karena cuaca kurang bagus harus kembali sampai keadaan memungkinkan," ujar Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto kepada awak media di Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Di udara, tersisa tim pencari bantuan dari Korea Selatan menggunakan P3C Orion yang membawa detektor metal. Pesawat ini masih mungkin melakukan misi karena beberapa alasan.
Pertama, kata Hadi, karena P3C Orion menddapat wilayah selatan dengan radial 227 derajat di barat daya dengan cuaca baik. Kedua, pesawat Korea Selatan itu memiliki ketinggian jelajah di atas 10 ribu kaki. "Kondisi awan bisa dilalui di ketinggian tersebut," ujar Hadi.
Menurut pemaparan Hadi, pesawat Orion ini akan mengudara selama tujuh jam dengan rincian dua jam untuk perjalanan dan lima jam pencarian. (rdk/sip)