Sebelumnya pihak BMKG Bandar Udara Internasional Juanda mengkonfirmasi adanya keterlambatan pihak AirAsia mengambil laporan cuaca dari lembaganya pada hari keberangkatan pesawat ke Singapura, Ahad lalu. AirAsia baru mengambil laporan cuaca pada pukul 07.00 WIB, sedangkan penerbangan QZ8501, bertolak dari Surabaya pukul 05.36 WIB.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bandara Juanda Bambang Setiajid mengatakan ada kemungkinan pihak AirAsia menggunakan laporan cuaca dari perusahaan induk di Singapura atau Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilot sebelum berangkat membuat flight plan (rencana penerbangan) termasuk rute yang dilalui dan berapa kecepatannya. Itu dihitung berdasarkan laporan (cuaca) yang diterima dari BMKG," ujar Hanna kepada CNN Indonesia.
Petugas tersebut juga membawa berkas lain seperti data manifes penumpang, manifes kargo, dan kesiapan mesin serta roda. "Ini dicatat oleh menara pengawas."
Namun, mantan penyidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) itu juga mengkritik kinerja BMKG. Menurutnya, perbaruan cuaca BMKG setiap 10 menit sekali bisa mempengaruhi rencana penerbangan seorang pilot.
"Kalau bisa jangan segitu, kalau bisa real time. Hal-hal seperti itulah yang diperhatikan. Kedengarannya sepele tapi itu sangat membantu para pilot untuk melakukan perbaikan di dalam penetapan flight plan," ujarnya. (utd/sip)