"Telah terjadi penghadangan oleh orang tak dikenal terhadap dua anggota Brimob, dan satu security PT Freeport Indonesia yang saat itu hendak menuju ke Kampung Utikini dengan kendaraan longwheelbase," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jumat (2/1).
Para korban adalah Bripda Andriadi yang mengalami luka bacok di kepala kanan, luka tusuk di leher, dan jari kanan putus. Korban lainnya adalah Bripda Ryan Hariansyah yang mengalami luka tusuk di perut, luka tembak di leher, dan tangan kanan putus.
Security Freeport, Suko Miyartono meninggal dengan luka tusuk di leher, di perut dan luka tembak di punggung. Bukan hanya itu, dua pucuk senjata api jenis stayer milik Detasemen Gegana pun dibawa kabur pelaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus melakukan olah TKP secermat mungkin, untuk kumpulkan setiap jejak dan siapa pemilik jejak tersebut," katanya.
Ronny menambahkan, kasus tersebut tengah didalami oleh Polres Mimika, Papua. Ketiga korban saat ini berada di Rumah Sakit Tembaga Pura, Papua. Usai diotopsi, dua jenazah anggota Polri akan dikirimkan ke keluarga masing-masing. Sedangkan jenazah security akan diserahkan ke Freeport. (rdk/sip)