Desakan tersebut disampaikan di tengah peringatan Hari Raya Natal di Komisi Nasional HAM, Jakarta, Rabu (24/12). Peringatan tersebut turut dihadiri budayawan Franz Magnis-Suseno, sutradara Nia Dinata, aktivis HAM Andreas Harsono, Ketua Komnas HAM Farid Abbas, dan Komisioner Komnas HAM Sylvana Apituley.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zely menginisiasi petisi di change.org bertajuk #PapuaItuKita untuk mendesak pemerintah membentuk KPP HAM. "Saya buat semalam. Saya ingin mengajak semua lapisan masyarakat untuk dapat lebih peduli terhadap masalah yang menimpa saudara kita di Papua," kata dia.
Sementara itu, Romo Magnis mengatakan saat ini yang diperlukan masyarakat Papua bukan kata-kata simpati, melainkan tindakan agar mereka mendapatkan hak dasar mereka. “Hak dasar asasi manusia mereka harus dijamin,” kata Romo Magnis.
"Ketika anak muda di Jakarta bicara tentang Papua, yang mereka ketahui hanyalah menyelam di Raja Ampat," sindir Nia.
Untuk mendesak pemerintah menuntaskan kasus pelanggaran di Papua, Komnas HAM akan menyurati Presiden Joko Widodo.
Berdasarkan data Komnas HAM Papua, sepanjang 2014 terjadi beberapa kekerasan di Papua, antara lain insiden di Pasar Youtefa (2/7) di mana lima mahasiswa tewas, peristiwa di Lani Jaya (28/07) di mana terjadi baku tembak antara aparat polisi dengan warga, dan penembakan Videlis Jhon Agapa di Trans Nabire Illaga (18/10).