Dari hasil kunjungan itu, ditemukan fakta masih banyak perusahaan yang melanggar aturan penerbangan.
"Ya, benar, Pak Jonan datang ke Bandara Soetta dan melakukan pemeriksaan di sejumlah maskapai," kata staf khusus Menhub, Hadi M Djuraid, saat dikonfirmasi CNN Indonesia, Jumat (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kantor AirAsia, Jonan bertanya kepada para karyawan, pilot serta direktur maskapai mengenai bagaimana persiapan pilot sebelum terbang.
"Kalau ambil fisik ke BMKG itu cara tradisional," kata Hadi sesuai pernyataan direktur AirAsia tersebut.
Jonan lalu balik bertanya lantas mengapa pihak AirAsia tetap mengambil laporan cuaca secara fisik ke BMKG pada pukul 07.00 WIB. Direktur tersebut menjawab kalau hal itu dilakukan karena cara itu tradisional.
Mendengar jawaban itu, Jonan tidak puas dan langsung marah-marah. "Kalau ada aturan Anda harus patuh, jangan coba-coba melawan. Bisa saya cabut izin Anda," kata Hadi mengutip pernyataan Jonan.
Pihak AirAsia, kata Hadi, kemudian menyatakan kesiapan untuk melaksanakan perintah tersebut.
Dari kantor AirAsia, Jonan melanjutkan berkeliling ke kantor Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya dan Citilink.
Berdasarkan hasil sidak tersebut, Menteri Perhubungan menemukan fakta bahwa masih adanya maskapai yang melanggar aturan standar operasional penerbangan dari pemerintah.
"Pak Jonan juga persoalkan ruangan pengarahan yang dianggap terlalu kecil, sehingga tidak akan maksimal kalau penerbangan sedang padat," ujar Hadi.
Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Dudi Sudibyo selaku pengamat penerbangan mengatakan setiap pilot yang terbang di wilayah udara domestik mesti menggunakan laporan cuaca dari BMKG.
"Kalau ambil laporan dari luar negeri atau perusahaan induk mereka, itu semestinya bersifat pelengkap saja," kata dia.