Sebanyak sepuluh posko didirikan, mulai dari posko Badan SAR Nasional, Polri, Pemadam Kebakaran, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai relawan. Tenda konsumsi juga didirikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam seminggu, wajah Pangkalan Bun yang tenang berganti meriah. Bandara kecil yang hanya menyediakan jasa penerbangan lokal seperti Kalstar Aviation dan Trigana Air itu didatangi banyak helikopter dan pesawat tempur yang hendak membantu proses evakuasi AirAsia QZ8501.
“Biasanya di sini sepi. Saya jadi penasaran ingin lihat seperti apa proses evakuasi. Masyarakat Kumai banyak membicarakannya,” kata Iwan.
Keramaian Pangkalan Bun tak ayal membuat sopir taksi bandara mendapat rezeki lebih. Supardi (26) menceritakan mobilnya tak pernah menganggur. “Mobil saya hampir tak pernah terparkir di bandara. Pesanan antar-jemput biasanya datang dari wartawan,” ujarnya.
Nelayan-nelayan di Pangkalan Bun pun berjasa besar dalam proses pencarian dan evakuasi QZ8501. Berkat kesaksian mereka, jenazah korban dan serpihan pesawat dapat ditemukan. Sampai hari kesembilan pencarian, Senin (5/1), total sudah 34 jenazah ditemukan. (Baca: Hari Itu, Pesawat Belok ke Arah Laut Lalu Ditelan Kabut) (agk)