PENCURIAN IKAN
Menteri Susi: 90 Persen Kapal Asing Ilegal Kabur dari RI
Hanna Azarya Samosir | CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2015 19:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kementeriannya telah berhasil mengusir 90 persen kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia.
"Kami ngancam nenggelamin tujuh kapal, ribuan kapal pergi. Enggak perlu satu-persatu ditembakin," kata Susi di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (5/1).
Berdasarkan data KKP, jumlah kapal asing yang ada di perairan Indonesia pada awal 2014 tercatat 1.128 unit. Kemudian pada akhir Desember 2014, jumlah tersebut turun menjadi 164 unit.
Jumlah kapal asing tersebut terdeteksi oleh sinyal Vessel Monitoring System (VMS) berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10 Tahun 2013 tentang pemantauan Sistem Kapal Perikanan.
Menurut Susi, kapal asing ilegal kabur dari perairan Indonesia karena pemerintah dengan tegas mengancam akan menenggelamkan mereka.
Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Sudirman Saad, menyatakan sejauh ini pihaknya telah menenggelamkan lima unit kapal asing, yakni tiga asal Vietnam di Laut Natuna dan dua kapal Papua Nugini di Laut Arafura sejak pertengahan 2014.
Untuk menunjukkan keseriusannya, pemerintah lantas menggandeng TNI Angkatan Laut untuk menenggelamkan tujuh kapal asing yang tersebar di Pontianak dan Batam.
Selain itu, KKP sedang membidik delapan kapal Tiongkok yang terbukti mencuri ikan di Laut Arafura. Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. (utd/agk)
"Kami ngancam nenggelamin tujuh kapal, ribuan kapal pergi. Enggak perlu satu-persatu ditembakin," kata Susi di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Susi, kapal asing ilegal kabur dari perairan Indonesia karena pemerintah dengan tegas mengancam akan menenggelamkan mereka.
Untuk menunjukkan keseriusannya, pemerintah lantas menggandeng TNI Angkatan Laut untuk menenggelamkan tujuh kapal asing yang tersebar di Pontianak dan Batam.
Selain itu, KKP sedang membidik delapan kapal Tiongkok yang terbukti mencuri ikan di Laut Arafura. Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. (utd/agk)