Menurut JK, tidak mungkin pemerintah menanggung seluruh biaya SAR terkait kecelakaan yang menimpa pesawat AirAsia. "Ditanggung yang menjadi bagian pekerjaan pemerintah. Tetapi, ada juga yang ditanggung AirAsia," kata JK, Kamis (8/1).
Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan dana pemerintah yang dimaksud JK adalah dana APBN yang telah dialokasikan sebagai dana operasional Basarnas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menggunakan alokasi dana yang ada di Basarnas dan AirAsia, Sofyan menyebutkan beberapa negara turut membantu dana pencarian para penumpang nahas tersebut.
Sebelumnya Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan lembaganya memiliki anggaran Rp 900 miliar untuk melakukan operasi penyelamatan dalam satu tahun. Sehingga, dana yang dikeluarkan untuk pencarian pesawat AirAsia ini juga diambil dari dana tahunan tersebut.
Soelistyo menyebutkan pencarian dan evakuasi penumpang AirAsia memerlukan anggaran yang cukup besar seperti untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) kapal dan pesawat pencari, penyediaan fasilitas alat angkut jenazah, hingga pengangkutan black box atau kotak hitam pesawat yang membutuhkan teknologi khusus.
Sebagai catatan, pencarian dan pengangkatan kotak hitam pesawat milik maskapai Adam Air yang jatuh pada Agustus 2007 lalu memakan biaya lebih dari Rp 27 miliar. (gen)