Tidak khawatirnya tim SAR itu dilontarkan oleh Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo. "Boleh saja (ekor hancur), tapi kan black box dibuat dari bahan metal yang sudah diperhitungkan tahan terhadap bantingan,” ujar Soelistyo di markas Basarnas Jakarta, Jumat (9/1). (Baca: Cari Kotak Hitam QZ8501, Penyelam Disebar ke Kapal Sonar)
Soelistyo berharap dengan terbuat dari bahan metal maka dapat melindungi isi kotak hitam yang berisi rekaman penerbangan dari kerusakan. “Bahannya terbuat dari metal-metal terpilih tertentu maka diharapkan (tidak rusak),” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekuatan fisik kotak hitam juga diungkapkan oleh anggota Tim Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo. Berdasarkan informasi yang dia ketahui, kotak hitam sangat kuat dalam menahan beban. “Dari kabar yang beredar, dibanting (dijatuhi beban) 2 ton enggak apa-apa," kata Nurcahyo saat ditemui CNN Indonesia di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kamis (8/1).
Berdasarkan perkiraan Nurcahyo, kotak hitam AirAsia QZ8501 terdiri dari dua komponen, yakni voice data recorder (VDR) dan flight data recorder (FDR). Tempat penyimpanannya terletak di sebelah kanan ekor pesawat. (Baca: Sinyal dari Kotak Hitam QZ8501 Tertangkap Kapal Jadayat)
Adapun dua perangkat tersebut mampu merekam kegiatan penerbangan mulai dari komunikasi pilot dengan awak pesawat hingga data-data terkait jalur penerbangan dan posisi pesawat sebelum hilang kontak.
(obs)