Jokowi mengatakan, kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 harus dijadikan sebagai momentum pembenahan manajemen angkutan udara di dalam negeri.
Enggan menyalahkan satu pihak saja, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Jokowi mengatakan, semua pihak yang berada di payung pemerintah harus dibenahi.
"Banyak kesalahan ada di pemerintah. Tidak hanya perhubungan saja, ada BUMN, ada AirNav dan lain-lain. Harus ada pembenahan total," kata Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus keras, terutama berkaitan dengan keselamatan. Harus ketat, tidak ada lagi yang tidak punya rute dapat terbang. Ini momentum pembenahan total," ucap Jokowi.
Rinciannya, Garuda Indonesia empat penerbangan, Lion Air 35 penerbangan, Wings 18 penerbangan, Trans Nusa satu penerbangan, dan Susi Air sebanyak 3 penerbangan. (har/har)