"Seminggu ke depan baru download data. Mungkin ada kawan yang membuat transkripsi. Transkripsi itu tentang ucapan-ucapan yang ada di kokpit pesawat," ujar Ketua Investigator Musibah QZ8501 dari KNKT Mardjono Siswosuwarno di Kompleks DPR RI, Selasa (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dilakukan transkrip dan pembuatan grafik, dilanjutkan ke tahap analisis data oleh tim investigasi. Selama proses penyelidikan berjalan, KNKT akan melibatkan BEA—KNKT Perancis—untuk mendiskusikan isi dalam kotak hitam.
FDR milik AirAsia QZ8501 telah diangkat dari dasar laut pada Senin lalu (12/1) oleh tim operasi gabungan evakuasi. Saat ini, salah satu bagian kotak hitam tersebut telah berada di Kantor KNKT, Jakarta.
Sedangkan hingga Selasa siang (13/1) belum ada konfirmasi pengangkatan CVR yang juga sudah terdeteksi lokasinya di bawah perairan Selat Karimata. Jika CVR diangkat, KNKT akan melakukan pengecekan terhadap serial dan pelat nomor benda tersebut.
Jika serial dan nomor pelat sesuai dengan yang dimiliki AirAsia QZ8501, KNKT akan langsung membawa CVR ke Jakarta untuk diselidiki. (rdk/obs)