CVR ini kemudian diserahterimakan dari Kolonel TNI dr Djunaidi kepada Ketua Tim Investigasi KNKT, Mardjono Siswosuwarno. Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, alat yang merekam suara di area kokpit pesawat itu disimpan dalam koper hitam. Ketika Mardjono membuka koper tersebut, CVR terlihat masih terendam air.
Mardjono menjelaskan, CVR direndam dalam air agar kondisinya tetap sama seperti saat tenggelam dalam. Tim investigasi tidak ingin memaksa alat perekam ini untuk mengering dengan cepat.
"Pengalaman kejadian sebelumnya, alat perekam dibuat dalam media tape. Kalau sudah lama tenggelam, dikhawatirkan air laut akan masuk ke pita tape. Jika dikeringkan secara tiba-tiba, pita tape-nya bisa keriting," ujar Mardjono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"CVR akan diistirahatkan karena sudah terlalu lama berada di bawah laut. Besok KNKT dengan tim khusus akan mulai memprosesnya," katanya. (sip)