Menurut Ical, pemerintah jangan hanya memikirkan pertumbuhan ekonomi saja, melainkan juga pemerataan. "Ratio (pertumbuhan) kita sudah pada 0,43 persen di atas batas aman 0,40 persen," kata Ical usai bertemu Luhut di Bina Graha, Istana Kepresidenan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sarankan program PNPM, Presiden mengatakan PNPM harus jalan terus," kata Ical.
Meski akhir-akhir ini beberapa kali melakukan komunikasi dengan pemerintah, Ical membantah ini adalah bentuk merapatnya Golkar ke pemerintah. Ia menegaskan, partai beringin akan tetap sebagai penyeimbang. "Bukan berarti penyeimbang harus oposisi. Memberikan masukan seperti ini suatu tugas yang harus dilakukan warga negara," kata dia.
Ia meyakinkan bahwa Golkar akan mendukung segala langkah baik yang diambi pemerintah. "Kalau menurut kami kurang baik, kita bicarakan," ujarnya.
Selain itu, usulan yang ia ungkapkan sebelumnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pentingnya pertumbuhan dengan melihat tambahan dana pembangunan sebesar Rp 290 triliun untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Itu jumlah uang yang sangat banyak. Harus diutamakan pula pemerataannya," kata dia.
Ical mengaku tidak memberikan usulan apapun kepada Luhut mengenai polemik Kapolri. "Tidak bicara itu. Tidak ada," ujar dia. (sur)