"Tadi kami olah TKP (tempat kejadian perkara), memang kemungkinan mobil itu melaju kencang sekali," kata Hindarsono kepada CNN Indonesia, Rabu (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski jalan arteri Pondok Indah adalah jalur padat, pada waktu tertentu menurut Hindarsono jalur tersebut justru lengang.
"Biasanya jalanan di sini ramai, entah kenapa malam itu sepi. Mobil melaju kencang dari arah Gandaria City lalu menabrak di dekat halte busway," kata pengendara ojek pada CNN Indonesia.
Kecelakaan maut terjadi pada Selasa (20/1) malam sekitar 20.00 WIB di Jalan Sultan Iskandarsyah, Kebayoran Lama, tepatnya dekat halte Transjakarta Kostrad. Kecelakaan bermula saat Christoper memacu Mitsubisi Outlander B 1658 PJE dengan kecepatan tinggi dan menabrak Honda Beat B 3060 BSN yang dikemudikan Mohammad Arifin.
Di dekat halte, mobil kembali menabrak Avanza B 1318 TPJ yang dikemudikan Rifki Ananta dan kemudian menabrak Mitsubisi pikap B 9852 AP yang dikemudikan Ade.
Tabrakan beruntun tak terhindarkan yang juga melibatkan lima motor yakni Yamaha Vixion B 3981 SON, Honda SupraX B 6684 TON, Honda Vario B 6535 AM, Honda Megapro B 4492 RO, dan Honda Beat B 3060 BSN.
Empat korban tewas dalam kejadian ini adalah Mustopa warga Pondok Bambu, Mahyudin Herman warga Depok, Wisnu Anggoro warga Kebayoran Lama, dan Batang Onang warga Parung. (sur/sip)