Demikian disampaikan oleh tim Evaluasi Kurikulum 2013 usai mengadakan pertemuan di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (22/1).
"Kami mengevaluasi kurikulum dan evaluasinya bukan sekadar dokumen tetapi mulai dari ide, dokumen serta implementasi. Semuanya dievaluasi," kata Mendikbud Anies Baswedan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih ada yang saling janjian dengan temannya mau memberi nilai apa," kata Suyanto.
"Seharusnya, silabus dibuat dulu baru dicetak. Namun, kenyataan di lapangan malah kebalikannya," kata Anggota Tim Evaluasi Kurikulum 2013 Hamid Hasan.
Untuk mengatasi persoalan itu, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Ramon Mohandas mengatakan ke depannya Kemendikbud akan melakukan lokakarya kepada semua pihak yang berperan langsung dengan penerapan Kurikulum 2013.
"Kami lakukan lokakarya untuk usaha perbaikan ini, terutama ke 6.221 sekolah percontohan yang menerapkan K13,"ujarnya.
Sementara itu, Anies Baswedan juga menegaskan setiap sekolah harus taat pada Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013.
Berdasarkan peraturan tersebut, sekolah tingkat dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan K13 sejak semester pertama kembali melaksanakan Kurikulum 2006 mulai semester kedua. Sementara, sekolah yang telah melaksanakan K13 selama 3 semester tetap menggunakan K13.
Ditanyai soal ketersediaan buku kurikulum, Anies mengatakan tidak ada masalah.
"Dulu sudah ada yang namanya BOS untuk buku. Ini merupakan buku inventaris sekolah yang bisa dipakai," katanya. (utd/utd)