“BW (Bambang Widjojanto) diminta masuk ke mobil penangkap, termasuk anaknya yang masih kuliah kedokteran,” kata Nursyahbani di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, usai bertemu Bambang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, ujar Nursyahbani, tangan BW dipaksa diborgol ke belakang. “Namun karena BW menggunakan sarung, ia keberatan (diborgol ke depan), dan akhirnya tangannya diborgol menghadap ke depan,” kata Nursyahbani.
“Tidak ada surat penangkapan. Ada dua surat yang tidak diberikan (Polri) meski sudah diminta BW, yakni surat penangkapan dan pemeriksaan paksa,” ujar Nursyahbani.
Penangkapan Bambang ini meningkatkan ketegangan antara KPK dan Polri, setelah Selasa pekan lalu (13/1) KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus rekening gendut, membuat pelantikannya sebagai Kapolri ditunda oleh Presiden Jokowi meski ia telah mendapat persetujuan dari DPR. (agk)