Menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, kasus pencucian duit yang menjerat Wawan memang sedang fokus didalami oleh KPK. "Penyidik masih membutuhkan keterangan dalam proses penyidikan," ujar Priharsa, Selasa (27/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berkas (TPPU) belum lengkap. Masih lama itu," ujar Wawan saat mendatangi Gedung KPK, Selasa (27/1).
Sebanyak 22 mobil dan satu unit sepeda motor Harley-Davidson yang diduga milik Wawan telah disita KPK terkait dugaan cuci duit. Beberapa unit kendaraan di antaranya merupakan mobil mewah bermerek Rolls-Royce, Lamborghini, Ferrari, dan Bentley.
Atas perbuatannya, Wawan disangka melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Dia juga diduga melanggar Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 ayat 1 UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang TPPU jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Sebelumnya, dalam kasus suap bekas Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dalam perkara sengketa Pilkada Kabupaten Lebak dan Pilkada Provinsi Banten, Wawan divonis dengan hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan. (rdk/obs)