“Menurut saya, Jakarta sampai saat ini dan ke depannya mengarah lebih baik. Jika Jakarta dipotret tak aman dan nyaman, itu jadi semangat untuk melakukan pendekatan lebih responsif terhadap indikator-indikator yang dinilai membuat kota ini tak aman,” kata Fahrurrozi kepada CNN Indonesia, Kamis (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuat Jakarta lebih aman, Bang Rozi meminta masyarakat dilibatkan lebih aktif dalam urusan publik, termasuk dalam menentukan apakah larangan motor melintas di sejumlah jalan protokol di Jakarta itu perlu atau tidak. (Baca Soal Larangan Motor Melintas, Ahok: Gugat Saja, Kami Tunggu)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya mengemukakan sejumlah rencana untuk membuat Jakarta lebih aman. “Kami (Pemprov DKI Jakarta) akan pasang CCTV untuk memonitor setiap sudut kota, dan melengkapinya dengan penembak jitu. Kalau penjahat macam-macam dan mereka bersenjata, akan kami lumpuhkan, kami tembak,” kata Ahok. (Baca: Jakarta Kota Paling Tak Aman Sejagat, CCTV & Sniper Disiapkan)
Survei Economist Intelligence Unit menempatkan Jakarta, Tehran, Ho Chi Minh, Johannesburg, Riyadh, Kota Meksiko, Mumbai, Moskow, Delhi, dan Istanbul sebagai 10 kota paling tidak aman di dunia. Sementara Tokyo, Singapura, Osaka, Stockholm, Amsterdam, Sydney, Zurich, Toronto, Melbourne, dan New York diberi predikat sebagai 10 kota teraman di dunia. (agk)