Jumlah tersebut jauh menurun akibat adanya pengurangan sebanyak 83 personel penyelam dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Kami akan menuju sektor prioritas II operasi untuk fokus pada pencarian jenazah di bodi pesawat," kata Direktur Operasi Basarnas Marsekal Muda SB. Supriyadi saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain harapan pada Basarnas, Lukas Joko, salah satu keluarga korban, juga menyatakan keinginannya agar pihak PT Indonesia AirAsia terus mengawasi operasi pencarian jenazah QZ8501.
Sementara itu, salah satu kendala pencarian, katanya, masih pada cuaca yang buruk. Kedalaman penyelaman diperkirakan mencapai hingga 28 hingga 30 meter, dengan jarak pandang hingga maksimal 3 meter.
"Kami akan lihat saja, jarak pandang yang kemungkinan terbatas dan lain-lainnya. Kami akan berangkatkan tim jam 6 kalau cuaca baik," ujar dia.
Sementara itu, Kapten Laut (P) Edy Tirtayasa dari Komando Pasukan Katak Detasemen IV mengatakan sebanyak 83 personel TNI kini tengah dirawat di ruang khusus TNI Angkatan Laut (TNI AL).
"Meskipun tak semuanya terkena dekompresi, namun mayoritas mengalami penumpukan nitrogen dalam darah. Mereka mesti dirawat di ruang khusus agar kembali normal," kata dia.
Meskipun demikian, dia menyatakan kesiapan timnya seandainya ditarik kembali ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
"Kami penyelam pihak TNI menunggu komando apapun dari Panglima TNI," ujar dia. (utd/sip)