Sorotan makin menjadi karena Budi Waseso belum lama menjabat sebagai Kabareskrim. Serah terima jabatan Kabareskrim dari Komjen Suhardi Alius ke Irjen Budi Waseso digelar Senin (19/1) –enam hari sesudah calon Kapolri Komjen Budi Gunawan diumumkan KPK sebagai tersangka, dan empat hari sebelum Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap Bareskrim Polri dan ditetapkan sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi Waseso pun berkali-kali meminta agar soal asmara atau hubungan pribadi sang putri tak dibawa-bawa. “Jangan dipelesetkan ke sana (asmara). Kasihan mereka tidak tahu apa-apa. Jangan dilibatkan dan dilebarkan ke mana-mana,” kata Kabareskrim di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (31/1).
Alih-alih menyangkal rumor soal putrinya, Budi Waseso justru mengatakan pelibatan sang anak dalam kisruh KPK-Polri saat ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia. “Itu tidak baik. Pelanggaran HAM kepada anak saya, kasihan,” ujarnya.
“Fokus pada masalah pokok saja, jangan dibawa ke mana-mana,” kata Budi lagi.
Budi Waseso mulai dikabarkan dekat dengan Budi Gunawan karena dia selalu mendampingi Budi Gunawan dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Namun ia telah memberikan bantahan.
"Saya ini Kasespim (Kepala Sekolah dan Staf Pimpinan Polri) di bawah Kalemdikpol (Kepala Lembaga Pendidikan Polri) Budi Gunawan. Jadi sudah sewajarnya mendampingi atasan. Tak ada istilah dekat dengan Pak Budi. Jangan berpikir begitu," kata Budi Waseso, Selasa (20/1).
Budi Waseso menjadi Kabareskrim menggantikan Komjen Suhardi Alius yang kini dimutasi ke Lembaga Ketahanan Nasional sebagai Sekretaris Utama lembaga itu. (agk)