"Urusan pribadi ini harusnya jangan dibawa-bawa ke ranah institusi. KPK dan Polri harus diselamatkan," ujar Jimly usai bertandang ke Gedung KPK, Selasa (3/2).
Namun dibalik penilaiannya itu, Jimly juga mengatakan bahwa tim elah menyimpulkan benang merah dari dua lembaga penegak hukum yang kini berseteru, KPK dan Polri. Berdasarkan hasil dialog dan tukar pikir antara Tim 9 dengan KPK dan Polri, terdapat kesamaan tujuan yang menghendaki nilai positif.
"Benang merah di antara keduanya itu ada kesadaran yang sama untuk meredakan ketegangan saat ini," ujar Jimly.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPK dn Polri memiliki komitmen jangka panjang untuk memperbaiki cara kerja sehingga sistem penegakan hukum khsususnya pemberantasan korupsi bisa lebih baik dari sekarang," ujar Jimly.
Diwakili oleh Jimly Ashiddique, Bambang Widodo Umar, Hikmahanto Juawana, Imam Prasojo, dan Tumpak Hatorangan Panggabena, Tim 9 bentukan Jokowi menghabiskan waktu berdialog selama sekitar tiga jam bersama pimpinan KPK di markas antirasuah. (sip)