"Kami enggak mau seperti sebelumnya mengajukan banyak nama. Kami akan pilih mana yang benar-benar layak dicalonkan. Mungkin hanya tiga atau empat nama," kata Hamidah kepada CNN Indonesia, Rabu (4/2).
Hamidah menjelaskan, proses inventarisasi telah dimulai meskipun belum ada informasi resmi dari Presiden Jokowi kepada Kompolnas bahwa pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri dibatalkan. Kompolnas memasatikan bakal proaktif menjaring nama-nama calon Kapolri karena memberi rekomendasi adalah kewajiban lembaga itu.
Sejumlah nama yang bakal masuk dalam daftar invetarisasi Kompolnas, lanjut Hamidah, di antaranya adalah mantan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Suhardi Alius dan Kabareskrim Polri Inspektur Jenderal Budi Waseso. "Budi menjadi satu-satunya jenderal bintang dua yang saat ini promosi ke bintang tiga. Jadi namanya kemungkinan masuk dalam pertimbangan," ujar Hamidah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Budi Gunawan merupakan salah satu dari sejumlah nama yang direkomendasikan Kompolnas kepada Presiden pada 8 Januari lalu. Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan saat itu, Kompolnas mengusulkan dua opsi calon Kapolri.
Empat nama dalam opsi kedua juga masuk dalam opsi pertama. Mereka adalah Budi Gunawan Komjen Dwi Priyatno yang saat ini menjabat Inspektur Pengawasan Umum, Suhardi Alius, dan Komjen Putut Bayu Seno yang menduduki posisi Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri. (rdk)