Kenaikan tunjangan kinerja bagi PNS DKI Jakarta yang diterapkan mulai tahun ini, dipandang sebagai bentuk inkonsistensi Pemprov DKI Jakarta dalam memprioritaskan pembangunan bagi warganya.
Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (FITRA) menganggap Pemprov DKI Jakarta seharusnya lebih mendahulukan penambahan anggaran untuk program pembangunan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FITRA juga mempertanyakan sumber dana tambahan untuk peningkatan anggaran TKD PNS DKI Jakarta 2015 dalam APBD. Tahun lalu, besaran dana honorarium pegawai Pemda DKI Jakarta diketahui mencapai jumlah Rp 2 Triliun per tahun.
"Darimana asal dana Rp 8 triliun tambahan dana untuk TKD? Ini patut dipertanyakan. Apalagi disaat bersamaan ada 34.000 mata anggaran yang dihapus oleh Pemprov DKI Jakarta dalam APBD 2015," ujar Apung melanjutkan.
Dalam APBD DKI Jakarta 2015 tercatat besaran anggaran untuk 13 program unggulan Pemprov DKI mencapai angka lebih dari Rp 32 Triliun. Dari anggaran tersebut, pengembangan sistem transportasi mendapat alokasi dana paling besar dengan jumlah mencapai Rp 8,62 Triliun. Sementara peningkatan kualitas pendidikan dan antisipasi banjir serta rob mendapat alokasi Rp 5,74 Triliun dan Rp 3,33 Triliun. (meg)