Skenario terburuk yang berkembang di internal KPK ialah para pegawai lembaga itu akan mundur beramai-ramai apabila seluruh pimpinan KPK ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Deputi Pencegahan KPK Johan Budi Sapto Pribowo menyatakan sebagian pegawai KPK, termasuk dia, bakal mundur jika semua pimpinan KPK ditetapkan sebagai tersangka. “Saya akan menggantungkan kartu identitas (pegawai KPK). Apa gunanya kami kalau tak bisa melakukan apa-apa, sementara Presiden juga tak melakukan apa-apa,” kata dia.
Presiden Jokowi pun dinilai akan susah bila para pegawai KPK mundur dan lembaga itu terancam bubar. “Presiden berkepentingan KPK ada. Visi misi dia pemberantasan korupsi. Keberhasilan seorang presiden dilihat dari kesuksesannya memberantas korupsi,” kata Refly.
Refly meminta Jokowi harus cepat bertindak. Caranya dengan mengajukan calon baru Kapolri yang relatif tidak bermasalah. Kapolri itu nantinya harus membereskan internal Kepolisian, memperbaiki hubungan dengan KPK, dan menghentikan kriminalisasi terhadap pimpinan KPK.
Refly yang ikut dipanggil Jokowi ke Istana Bogor untuk bergabung dalam pertemuan antara petinggi KPK dan Polri beberapa jam setelah Bambang Widjojanto ditangkap Bareskrim Polri, berpendapat proses hukum terhadap semua pimpinan KPK harus dihentikan. Bagi pimpinan KPK yang menjadi tersangka, Polri diminta mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3). (agk)