Salah seorang yang salah menyapa Badrodin ialah Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Ia beberapa kali memanggil Badrodin dengan sebutan “Kapolri.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moeldoko tak hanya sekali terpeleset lidah menyebut Badrodin sebagai “Kapolri”, tapi beberapa kali. Saat ia menjelaskan kekuatan yang nantinya akan dikumpulkan untuk bekerja di bawah kendali Kepolisian, Moeldoko kembali memanggil Badrodin “Kapolri.”
Saat ditanya soal berapa jumlah pasukan yang akan diberikan TNI untuk perkara ini, lagi-lagi Jenderal Moeldoko tetap memanggil Badrodin Haiti sebagai Kapolri. “Kami mengikuti keinginan Kapolri,” kata dia.
Tak hanya Moeldoko, Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin juga sempat keliru memanggil Badrodin Haiti sebagai Kapolri.
"Saya bingung ingin menyebut Plt (Pelaksana Tugas) atau Kapolri, karena dari pihak Istana menyatakan bukan Plt,” kata Azis ketika sedang menggelar rapat bersama Polri di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1).
Badrodin pun menanggapi ucapan Aziz itu dengan guyonan. "Masalah Plt tidak perlu diperdebatkan. Plt atau tidak, panggil saja Wakapolri, sudah jelas," kata dia, tertawa.
Badrodin adalah salah satu nama yang masuk dalam daftar baru calon Kapolri yang disusun Komisi Kepolisian Nasional. Selain Badrodin, kandidat Kapolri lainnya adalah Irwasum Komjen Dwi Priyatno, Kabaharkam Komjen Putut Bayuseno, dan Kabareskrim Komjen Budi Waseso. (agk)