Perempuan yang kebanyakan dari ibu rumah tangga itu gerah melihat perilaku koruptif para pejabat yang kini seakan telah menjadi perilaku lumrah. Di mata mereka, korupsi bisa membunuh hak generasi masa depan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
"Kami juga adalah ibumu. Kami semua yang telah memilih dan menjadikanmu presiden, pemimpin negeri ini. Kami nyatakan cukup! Kami perintahkan Bapak Presiden untuk bertindak dan berantas korupsi. Sekarang!" ujar juru bicara Perempuan Indonesia AntiKorupsi, Ririn Sefsani, saat membacakan surat terbuka di Gedung KPK, Selasa (10/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas hal tersebut, lanjut Ririn, Gebrakan Perempuan Indonesia Antikorupsi akan menyurati Presiden Jokowi untuk mengabulkan sembilan desakan terkait situasi yang berkaitan erat dengan adanya upaya pelumpuhan lembagai antirasuah. "Kami, Perempuan Indonesia AntiKorupsi menggebrak. Kami katakan cukup," kata Ririn sembari berteriak.
Ririn mengatakan jika Jokowi tidak tidak mengindahkan desakan tersebut, dia berjanji akan menurunkan massa perempuan yang jumlahnya jauh lebih banyak sampai mantan Gubernur DKI Jakarta itu melaksanakannya.
(utd/sip)