"Penjualan paket itu membingungkan. Kondom adalah konsumsi orang dewasa, sementara cokelat untuk segala usia. Ini beredar saat Valentine," kata Maria saat konferensi pers di Gedung KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Selasa (10/2).
Menurut Maria, penjualan cokelat berbonus kondom dapat mengarahkan anak membenarkan melakukan hubungan seksual saat Valentine. Bahkan Hari Valentine memang telah identik dengan melakukan hubungan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Maria, Direktur Eksekutif Domain Name Server (DNS) Nawala M. Yamin mengatakan juga menemukan hal serupa. "Terkadang penjual tidak menawarkan cokelat itu, tetapi anak-anak di bawah umur memaksa," kata Yamin.
"Saya tidak menolak Valentine, tetapi yang saya fokuskan adalah apakah ketika ada hari itu, hak-hak anak jadi terancam. Dan faktanya di hari itu banyak 'penunggangan-penunggangan' soal cinta, kasih sayang, dan hubungan seksual," katanya. (rdk/obs)