"Itu nama-nama asal dibawa saja, tidak diseleksi dan disidangkan oleh Wanjakti (Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi)," ujar Oegroseno kepada CNN Indonesia, Selasa (10/2).
Oegroseno pun merasa aneh dengan sikap aktif Kompolnas pada pencalonan Kapolri kali ini. Padahal selama ini tradisi suksesi kursi Tri Brata dikomandoi oleh Markas Besar Kepolisian RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Oegroseno, pihak yang mengetahui sosok paling tepat untuk mengisi jabatan nomor satu di Trunojoyo adalah Dewan Kebijakan dan Kepangkatan Tinggi. Dia menyebut Wanjakti memiliki data primer terkait rekam jejak karier nama-nama yang masuk bursa calon Kapolri.
Sebelumnya, Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala mengatakan telah mewawancarai para perwira tinggi polisi yang mereka pertimbangkan sebagai calon Kapolri. “Masing-masing diwawancara selama dua jam oleh enam komisoner Kompolnas,” katanya.
Jumat pekan lau lalu (6/2), Kompolnas juga mendatangi Mabes Polri untuk berkoordinasi soal rekomendasi calon Kapolri yang baru. “Untuk mengantisipasi jika Budi Gunawan batal dilantik, kami koordinasi dengan Wakapolri dan pejabat-pejabat utama Polri,” kata Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan.
Kompolnas yang dipanggil Presiden Jokowi sore kemarin sayangnya batal bertemu Jokowi dengan alasan ada agenda mendadak dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (meg)