Menurut Tony, salah satu kesuksesan pemberantasan korupsi di Hong Kong adalah berkat pemanfaatan media. Dalam hal ini, media visual sangat ampuh diandalkan, terutama film. "Artinya pencegahan itu juga bisa dikemas secara menyenangkan melalui edutainment. Selain edukasi, juga bisa menyisipkan entertainment di dalamnya," ujar Tony, di Jakarta, Rabu (11/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain garapan film panjang, ICAC juga memproduksi video-video pendek yang bermuatan materi-materi pelatihan untuk lembaga-lembaga baik milik pemerintah maupun swasta. "ICAC juga mengiklankan diri di televisi dengan durasi 30 detik dan itu sangat efektif," ujar Tony.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPK Bambang Widjojanto mengamini bahwa film merupakan sarana edukasi yang bisa menarik perhatian masyarakat, terutama generasi muda. Berdasarkan hasil penelitian, kata Bambang, generasi muda saat ini menonton televisi selama empat jam dalam sehari. Aktivitas itu dilakukan di luar bermain internet dan media sosial.
"Jika dijumlah, mereka menonton TV dua bulan nonstop selama satu tahun. Artinya, film memang bisa menjadi media ampuh untuk edutainment. Ada pop culture di sana," ujar Bambang. (utd/sip)