Dalam pertemuan tersebut, Kompolnas mengaku telah memberikan enam nama calon Kapolri yang mereka anggap layak untuk menggantikan Jenderal Sutarman seandainya Komisaris Jenderal Budi Gunawan tak jadi dilantik. Kompolnas pun mengaku nama-nama tersebut sudah mereka berikan pada Mensesneg Pratikno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam diskusi itu kami melakukan diskusi didampingi juga oleh Menkopolhukam dan Menkumham. Kami bahas hal-hal terkait calon Kapolri, seandainya pelantikan BG tidak jadi dilakukan," lanjutnya.
Sebelumnya Kompolnas memang hanya mempersiapkan empat nama sebagai calon Kapolri, yaitu Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno, Kabareskrim Komjen Budi Waseso, dan Irwasum Komjen Dwi Priyatno. Namun belakangan dua nama jenderal bintang tiga lain masuk dalam bursa tersebut, keduanya adalah Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Anang Iskandar dan mantan Kabareskrim yang saat ini menjabat Sekretaris Utama Lemhanas, Komjen Suhardi Alius.
Meski sudah memberikan daftar enam nama calon Kapolri pada Mensesneg, Kompolnas tidak mengetahui apakah daftar tersebut sudah disampaikan pada Jokowi atau belum. Mereka pun mengatakan tetap menunggu keputusan Jokowi apakah jadi melantik Budi Gunawan atau tidak.
"Kami tegaskan sekali lagi kami tidak bertemu langsung dengan Jokowi saat itu. Kami ajukan (nama Cakapolri) melalui Sesneg. Apakah sudah disampaikan kami tidak tahu," ujar Syafriadi. (obs)