Hal tersebut disampaikan Firdaus usai melakukan rapat bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Dinas Bina Marga dan Dinas Tata Air, Jumat (13/2).
"Mengatasi masalah tata kelola banjir dan krisis air di Jakarta harus dengan lompatan. Gagasan saya tentang terowongan bawah tanah sudah ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jokowi-Ahok, kemungkinan segera direalisasikan," kata Firdaus di Balai Kota, Jakarta, Jumat (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti di hulu terowongan ada waduk yang digunakan untuk memisahkan sampah dari air sehingga yang masuk ke laut hanya air," katanya.
Mengenai anggaran pembangunan, Firdaus tidak merinci lebih jauh. Namun, menurutnya kemungkinan besar akan dibangun oleh pihak swasta. "Kendati ini merupakan kewajiban negara untuk mengamankan ibukota dari situasi memalukan (banjir). Tapi karena ada teknologi terintegrasi maka kemungkinan dikerjakan swasta," katanya.
Seperti diketahui, wacana pembangunan terowongan bawah tanah muncul saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Diperkirakan proyek ini akan menelan dana sekitar Rp 16 triliun. (utd)