Akibatnya, Jakarta saat ini seperti tubuh yang menderita stroke. "Ibarat pembuluh darah manusia yang sudah tua, wajar kalau tersumbat. Kalau tersumbat bisa bikin stroke. Nah Jakarta ini seperti sedang stroke," kata Firdaus di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firdaus menilai, upaya normalisasi drainase yang selama ini dilakukan sudah menunjukan hasil positif. Meski banjir masih datang, namun air cepat surut karena saluran air yang sudah diperbaiki. Luas genangan pada banjir awal pekan ini juga sudah berkurang.
Banjir kembali menerjang DKI Jakarta pada Senin lalu. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi yang turun sejak dini hari. Air bahkan menggenangi jalan depan istana dan kantor Gubernur DKI Jakarta. Beberapa ruas jalan terputus karena tingginya genangan air.
Banjir diperkirakan masih akan datang seiring dengan masih akan turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Selain itu, Bogor sebagai kawasan hulu Sungai Ciliwung juga baru akan hujan dalam beberapa ke depan. Hujan lebat di kawasan Bogor bisa berakibat meluapnya Sungai Ciliwung yang membelah ibukota. (sur/agk)