"Tidak ada konflik antara KPK dengan Polri. Kalau ada saya pasti terjepit posisinya. Satu sisi saya Purnawirawan Polri, sisi lain saya mantan pimpinan KPK Jilid I. Dari penjelasan saya menemukan tidak ada konflik KPK dengan Polri. Yang ada hanyalah friksi antara kedua lembaga dalam menjalankan tugasnya masing-masing," ujar Ruki di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruki diketahui datang ke Mabes Polri bersama Adnan Pandu Praja dan satu Plt Pimpinan KPK lainnya, Indrianto Seno Adji sejak sore tadi. Dalam pertemuan antara petinggi KPK dan Polri tersebut berlangsung pembahasan mengenai kebutuhan penyidik oleh KPK, putusan sidang praperadilan, dan permasalahan hukum yang diduga menjerat penyidik KPK beberapa hari belakangan.
Menurutnya, kedua institusi akan mempererat kerjasama dalam pemberantasan korupsi. Kerjasama ini dilakukan dalam rangka menyelesaikan masalah antar institusi. "Sehingga nanti ke depannya tidak lama bisa diselesaikan keseluruhan. Semoga cepat selesai," ujar Badrodin.
Hubungan antara KPK dan Polri belakangan memanas. Kini semua pimpinan lembaga antikorupsi dilaporkan ke Bareskrim Polri. Semua pelaporan terjadi setelah Komisaris Jenderal Budi Gunawan ditetapkan KPK sebagai tersangka. Budi Gunawan sempat menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo.
Ia diduga menerima hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian.
Kini Presiden telah memutuskan menunjuk Badrodin untuk diusulkan sebagai calon tunggal Kapolri. Badrodin akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan setelah DPR selesai reses. (utd)