"Saya memakai tolok ukur yang paling mendasar bagi semua parpol, yaitu perolehan suara dalam Pemilu legislatif," kata Drajad dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren penurunan perolehan suara ini, kata Drajad bisa dihentikan pada Pemilu 2014 lalu di mana PAN dipimpin oleh Hatta Rajasa dan Sekretaris Jenderal Taufik Kurniawan. Sementara perolehan terendah yakni pada tahun 2009 saat PAN dipimpin oleh Soetrisno Bachir dan Sekretaris Jenderal Zulkifli Hasan.
Menurutnya, membalik tren negatif itu memerlukan energi yang jauh lebih besar dibanding melanjutkan tren yang naik. "Fakta-fakta di atas membuktikan, siapa yang menghasilkan suara tertinggi dan siapa yang terendah. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan," katanya.
Drajad memang tak menyebut siapa yang tidak berkenan pada data di atas. Namun saat ini PAN memang tengah menyiapkan kongres untuk memilih ketua umum. Dua nama sudah menyatakan akan maju yakni petahana Hatta Rajasa dan Zulkifili Hasan. Kongres akan diadakan di Bali pada 28 Februari hingga 3 Maret 2014. (sur)