"Kami lihat, seperti yang disampaikan Pak Muhammad (Ketua Badan Pengawas Pemilu) pilpres kemarin memang menjadi tanda tanya, apakah berakhir mulus atau rusuh. Akhirnya kami melihat bahwa masyarakat Indonesia juga partai dan peserta pemilu, semuanya sudah dewasa dalam politik. Itu memang betul diapresiasi negara lain. Kepala-kepala negara bertemu saya menyampaikan apresiasi itu," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberhasilan penyelenggaraan pilpres tersebut, kata Jokowi, tak bisa dilepaskan dari peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu. "Ini berkat Bawaslu maupun KPU yang betul-betul dalam posisi yang menurut persepsi masyarakat netral dan mempunyai integritas tinggi terhadap pekerjaannya," ujar dia.
"Saat itu saya hadir deg-degan dan saya ingat dulu yang bertanya Pak Nelson," ujar dia yang disambut gelak tawa hadirin.
"Saya ditanya apakah Bapak menyampaikan kalimat ini, seingat saya iya. Banyak sekali pertanyaan yang saya jawab. Ternyata tidak ada masalah. Dan juga menjadi ramai saat itu. Itulah saya kira ketegasan Bawaslu, yang tentu saja, dengan ketegasan dan integritas yang ada itu dihormati oleh calon Presiden dan wakil Presiden yang kemarin di pilpres," kata dia.
Jokowi mengatakan ketegasan tersebut juga terdapat di daerah sehingga peserta pemilu bersikap menghargai terhadap penyelenggara dan pengawas pemilu. "Asal ada ketegasan itu saya kira semuanya akan respect," ujar Jokowi. (utd)