Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan pihaknya masih akan berencana mengkaji ide pemutusan saraf libido bagi penjahat seksual.
"Saya sendiri agak bingung, tapi beliau (Khofifah) berkata di luar negeri ada obat yang bisa menurunkan libido. Jadi, sebenarnya bukan vasektomi," ujar Nila di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi rencana Khofifah Indar, Nila mengatakan masih banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum seorang penjahat seksual diberikan hukuman pemutusan saraf libido. "Tetapi, kan, harus dipertimbangkan kalau itu anak muda penyebabnya apa, kemudian indikasinya apa. Indikasinya, misalnya, dia melakukan pemerkosaan dan patut dihukum seperti itu," kata dia.
"Barangkali ini eranya revolusi mental harus dimulai dari anak-anak. Banyak sebenarnya, seperti pemakaian obat napza yang menurut kami agak sulit ditangani, karena napza sangat dekat dengan kekerasan dan sebagainya,"ujar dia. (utd)