"Saya tadi telepon Menteri Anies, saya bilang ini fenomena apa? Berarti ada masalah di sistem pendidikan. Kami harus teliti dan atasi apa solusinya," kata Kalla di Kediamannya, Makassar, Jum'at (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta dilakukan penelitian yang bisa menganalisis apa penyebabnya dan apa solusinya dan itu harus selesai selama sebulan," kata Kalla.
"Dahulu itu, anak-anak sebelum ujian pada berdoa, dan dispilin dalam belajar tidak terlambat, sekarang berbeda sekali. Jadi ini harus diperbaiki, dan dilihat," kata Kalla.
Diketahui, begal motor belakangan memang marak terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, seperti Depok dan Tangerang. Analisis sementara kepolisian menyebutkan, para begal bukan perorangan melainkan kelompok yang dibentuk berdasarkan kekerabatan dan kedekatan daerah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul menduga kelompok yang belakangan ini beraksi di ibukota merupakan komplotan asal Lampung, Pandeglang, Bekasi, Karawang dan Bogor. Sebagai antisipasi pihak kepolisian akan mengejar komplotan tersebut hingga ke daerah Sumatra.
Untuk menjerat para pelaku, anggota polisi berencana menyamar menjadi warga yang dapat dijadikan sasaran begal. Kepolisian juga telah membentuk tim khusus pemburu para begal. Setiap Polres memiliki satu tim yang terdiri dari 12 anggota polisi. (utd)