"Ini masalah komunikasi saja. Sebenarnya dua-duanya ingin bertemu mencari solusi, mencari jalan keluar. Pasti ada," kata Jokowi saat blusukan ke Pasar Pramuka, Jakarta, Sabtu (28/2).
Jokowi menuturkan, saat masih menjabat gubernur DKI Jakarta, ia telah menggagas program e-budgeting untuk mengawasi item-item dalam anggaran belanja daerah. Namun ketika sistem e-budgeting telah siap, pejabat di ibukota belum langsung menjalankan program tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi berkata, sistem baru memang biasa menimbulkan pro dan kontra. Padahal, jika percontohan program e-budgeting berhasil dilaksanakan di Jakarta, ia berencana mengaplikasikannya di seluruh pemerintahan daerah.
Namun rancangan anggaran itu kemudian ditolak Ahok setelah ia menemukan 'dana siluman' yang nilanya mencapai Rp 12,1 triliun. Dalam rancangan APBD tersebut, uang sebanyak itu direncanakan untuk membeli sejumlah alat termasuk Uninterruptible Power Supply yang diperuntukan bagi sekolah-sekolah di Jakarta. (pit)