Disdik DKI Tak Tahu Ada Anggaran Rp 30 M Buku 'Trilogi Ahok'

Donatus Fernanda Putra, CNN Indonesia | Sabtu, 28/02/2015 14:23 WIB
Kepala Disdik DKI Jakarta Arie Budhiman mengeaskan pihaknya tidak mengetahui adanya anggaran buku 'trilogi Ahok', tidak juga mengusulkan penerbitannya. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta, Jumat (27/2) sesaat sebelum melaporkan dugaan dana siluman ke Komisi Pemberantasan Korupsi. (CNN Indonesia/Donatus Fernanda Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan hingga saat ini dirinya tidak mengetahui tentang anggaran buku Trilogi Ahok yang terdapat di APBD DKI 2015.

"Kami tidak tahu-menahu dan tidak pernah mengusulkan buku tersebut," kata Arie saat dihubungi, Sabtu (28/2).

Arie menambahkan, belum pernah ada pembahasan antara Dinas Pendidikan dengan DPRD DKI Jakarta terkait anggaran buku tersebut.


Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, melalui akun twitter pribadinya, menyampaikan bahwa anggaran buku trilogi tersebut ada dalam APBD versi DPRD.

"Anggaran pembuatan trilogi buku saya yang sebesar Rp 30 miliar itu ada di APBD versi DPRD," tulis Ahok.

Ada tiga buku trilogi Ahok yang dianggarkan dalam dokumen RAPBD DKI 2015, masing-masing berjudul 'Nekad Demi Rakyat', 'Dari Belitung Menuju Istana', dan 'Tionghoa Keturunanku, Indonesia Negaraku'.

Setiap buku mendapat jatah anggaran sebesar Rp 10 miliar sehingga seluruhnya menelan biaya Rp 30 miliar.

Anggaran tersebut terdapat di Dinas Pendidikan yang bermitra dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta. Komisi E sendiri membawahi bidang kesejahteraan rakyat dan diketuai oleh Pantas Nainggolan.

Buku trilogi yang muncul dalam rencana belanja 2015 DKI Jakarta ini dianggap Ahok terlalu berlebihan. "Gila! Ngapain bikin buku trilogi, itu namanya fitnah," kata Ahok

Anggota DPRD yang mengesahkan APBD pun tak pernah mempublikasikan anggaran itu sebelum polemik DPRD-Ahok mencuat pasca paripurna hak angket Jumat (27/2) kemarin. Menurut para dewan Kebon Sirih ini, terlalu banyak daftar anggaran dalam APBD DKI 2015 yang tak mungkin dicek satu per satu.

"Nggak tahu, saya lagi cek. Makanya itu ada permintaan itu, saya kaget. Makanya kita lagi sisir dengan e-budgeting," ucap Ahok sambil memastikan bahwa anggaran itu hanya ada di draft APBD DKI versi DPRD. (pit/pit)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK