"Ramai parpol cabut hak angket berarti Ahok yang benar. Ada indikasi menjadikan APBD 2015 sebagai sapi perah," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego, saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NasDem mengatakan pencabutan dukungan tersebut dilakukan sebab Ahok telah membawa kasus dugaan penggelembungan dana APBD DKI Jakarta ke KPK. Oleh karena itu, hak angket, yang merupakan hak untuk melakukan penyelidikan, dinilai NasDem sudah tidak diperlukan lagi.
Indria menilai meski hak angket tercantum dalam ketentuan perundangan namun urgensinya perlu dipikirkan secara masak, kapan hak angket itu benar-benar mesti digunakan. "Kalau misalnya pengawasan, ya, rapat biasa saja cukup."
Sementara itu, ditanyai mengenai intervensi DPP parpol ke dalam fraksi bersangkutan terkait hak angket, Indria mengatakan semestinya ada koreksi dari DPP bersangkutan. Anggota DPRD seharusnya mewakili kepentingan rakyat bukan mewakili kepentingan partai politik. "Harus lebih diperhatikan seberapa jauh anggota DPR itu mewakili kebenaran rakyat. Jangan-jangan mereka mengatasnamakan partai saja." (utd/sip)