"Biarkan Dewan Pers yang mengkajinya, siapa saja bisa ditersangkakan jika memang tindak pidana," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (3/3). JK meminta proses ini sepenuhnya akan dikaji oleh Dewan Pers.
Sebelumnya, LSM yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Arus Bawah (GMAB) menggugat Majalah Tempo pada tanggal 22 Januari 2015 lalu. Majalah Tempo digugat lantaran menarasikan aliran transaksi keuangan jenderal bintang tiga itu dalam artikel majalah bertajuk "Bukan Sembarang Rekening Gendut" tertanggal 19-25 Januari 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar penelusuran CNN Indonesia Pasal 47 UU Perbankan, siapa pun tanpa membawa perintah tertulis atau izin dari Pimpinan Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dengan sengaja memaksa bank atau pihak terafiliasi untuk memberikan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya, diancam dengan pidana minimal dua tahun dan maksimal empat tahun. Sementara itu, untuk pidana denda yakni minimal Rp 10 miliar dan maksimal Rp 200 miliar.
Dalam momen yang bersamaan, GMAB juga melaporkan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan Ketua PPATK Yunus Husein. Yunus dituduh membocorkan aliran transaksi keuangan milik Budi Gunawan.
Polemik Budi Gunawan mencuat saat dirinya diusulkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi calon tunggal Kapolri pada 9 Januari lalu. Namun, tuga hari berselang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Lembaga Pendidikan Polri tersebut sebagai tersangka suap dan gratifikasi. Alhasil, rekening Budi menggelembung miliaran rupiah.
Merujuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Budi memiliki harta kekayaan dengan total senilai Rp 22,65 miliar pada 2013. Harta tersebut berlipat lima kali sejak Agustus 2008 silam dari jumlah Rp 4,6 miliar.
(pit/agk)