22 Personel Brimob Kawal Dua Terpidana Mati dari Bali

Suriyanto, CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2015 08:14 WIB
Personel Brimob yang mengawal Andrew Chan dan Myuran Sukumaran terus mendampingi keduanya sepanjang perjalanan hingga sampai Bandara Tunggul Wulung, Cilacap. Personel Brimob Polda Bali mengawal terpidana mati dalam latihan pengamanan di Markas Brimob Polda Bali, Denpasar, Jumat (27/2). Menjelang pemindahan dua warga Australia terpidana mati, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, Brimob Polda Bali telah menyiagakan sekitar 20 personel untuk pengamanan melekat bagi kedua terpidana mati serta sejumlah pasukan anti huru-hara. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proses pemindahan dua terpidana mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran berlangsung dari Bali hingga Cilacap berlangsung aman. Pengamanan maksimal dikerahkan untuk mengawal anggota Bali Nine itu sampai Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Heri Wiyanto, Rabu (4/3) mengatakan, untuk mengamankan dua terpidana mati itu, 22 personel Brimob disertakan hingga sampai ke Cilacap. Pengamanan 22 personel itu dilakukan secara melakat pada dua terpidana mati tersebut.

"Untuk pengamanan di sepanjang perjalan dari LP Kerobokan menuju bandara cukup banyak personel kami kerahkan dari beberapa kesatuan," kata Heri kepada CNN Indonesia. Polda Bali juga mengerahkan kendaraan taktis Baracuda untuk mengawal perjalana dua terpidana mati asal Australia itu.


Tak ada kendala berarti dalam proses pemindahan ini. Myuran dan Andrew Chan, kata Heri juga bertindak kooperatif selama di perjalanan.

Pesawat carteran ATR 72 yang membawa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran terbang pukul 07.30 WITA. Perjalanan menuju Cilacap diperkirakan butuh waktu satu jam.

Menurut Heri pengawalan yang diberikan Polda Bali hanya sampai di Bandara Tunggul Wulung. Selanjutnya, pengamanan dari bandara hingga ke Nusa Kambangan akan diserahkan pada Polda Jawa Tengah.

Dua terpidana mati anggota Bali Nine tersebut dipindahkan ke Nusakambangan untuk menjalani eksekusi dalam waktu dekat. Kejaksaan Agung belum mau mempublikasikan kapan waktu eksekusi dilaksanakan.

Namun di Nusakambangan sendiri berbagai persiapan sudah dilakukan. Dari mulai persiapan ruang isolasi hingga pengamanan di pulau tersebut. (sur/sur)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK