"Kami, masalah ISIS sekarang memang terus dikembangkan. Ada satu biro perjalanan ke Turki dan 16 belum kembali sampai ini," kata Kepala BIN Marciano Norman, di Istana Negara, Rabu (4/3).
Meskipun tergolong modus baru, namun intelijen mencium hal ini pernah dilakukan oleh para tenaga kerja Indonesia di Timur Tengah yang tidak kembali lagi. "Kita sedang dalami ini, apakah yang 16 ini gabung ISIS atau tidak, tapi mereka belum kembali," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada beberapa orang Indonesia yang pergi ke luar negeri lalu menghilang. Ini harus diwaspadai. Data dari BIN (Badan Intelijen Negara) dan Polri terkait hal itu sudah masuk,” kata Tedjo dalam Rapat Pimpinan TNI dan Polri di Jakarta, Selasa (3/3).
Modus baru penjaringan anggota ISIS saat ini, ujar Tedjo, ialah dengan tur. “Melalui tur ke negara tertentu, lalu dia menghilang. Padahal kalau tur dari agen perjalanan, kan ada waktu kembalinya. Nanti akan kami cek,” kata dia.
Namun, tegas Tedjo, pemerintah tak akan membatasi pelajar Indonesia yang akan menimba ilmu ke Timur Tengah, sebab para pelajar terdata dengan baik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) masing-masing negara. (pit)