Dalam pidato budayanya yang berjudul 'Tahun Penentuan Bagi Perempuan Indonesia', Mega menyatakan perempuan Indonesia perlu mengenal perjuangan kaum perempuan yang turut membawa kemerdekaan bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Indonesia kelima ini juga mengungkapkan kekagumannya karena banyak perempuan muda yang mengidamkan beragam profesi. Mereka, kata Mega, lantas mengenyam pendidikan tinggi untuk mewujudkan impiannya.
Atas kondisi itu, Mega berharap, kaum perempuan yang sudah mengenyam pendidikan tinggi, tidak berhenti meniti karier yang telah mereka perjuangkan. "Kalau tidak untuk apa mengenyam pendidikan tinggi-tinggi. Kalau begitu langsung saja menikah," katanya.
Karenanya, Mega menyebut, tahun 2015 sebagai tahun penentuan nasib perempuan di Indonesia, lantaran saat ini Indonesia telah memiliki pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. "Sekarang kita tinggal lihat bagaimana pemerintah memenuhi janjinya," ujar Mega.
Acara peringatan yang digelar di Taman Ismail Marzuki itu turut dihadiri oleh jajaran menteri perempuan yang mengisi kursi Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Mereka adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nilla Moeloek, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. (meg)