JK menilai adanya anak kecil dalam rombongan itu sangat tidak logis jika dugaan 16 WNI tersebut akan merapat ke ISIS. Kendati demikian, ia memastikan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan pencarian dan dugaan hilangnya WNI tersebut, operasi pencarian akan terus dilakukan hingga ke-16 WNI ditemukan seluruhnya.
Untul diketahui, sebanyak 16 WNI dinyatakan hilang saat berlibur ke Istanbul, Turki. Ada dugaan kuat mereka bergabung dengan kelompok militan melalui Turki dan menyusup ke Suriah.
Dari ke-16 WNI tersebut terdapat sedikitnya dua orang bayi, seperti disampaikan Abdullah Hariadi Kusumaningprang, konsulat jenderal Indonesia di Istanbul, ketika dihubungi oleh CNN Indonesia lewat telepon pada Jumat (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Abdullah mengatakan bahwa ke-16 WNI tersebut datang ke Turki sebagai wisatawan bersama 25 orang lainnya pada 24 Februari lalu. Setelah tiba di Istanbul, mereka memisahkan diri, mengaku ada urusan keluarga dan lainnya, akan kembali pada 26 Februari.
Pemerintah menduga orang-orang yang hilang di Turki kemungkinan bergabung dengan kelompok militan, salah satunya kemungkinan ISIS, di Suriah.
“Ada beberapa orang Indonesia yang pergi ke luar negeri lalu menghilang. Ini harus diwaspadai. Data dari BIN (Badan Intelijen Negara) dan Polri terkait hal itu sudah masuk,” kata Menteri Politik Hukum dan HAM Tedjo Edhy Purdijanto dalam Rapat Pimpinan TNI dan Polri di Jakarta, Selasa (3/3).