Menurut Rieke, pendataan tersebut masih tidak jelas. Salah satu masalahnya, kata Rieke, adalah tidak jelasnya kategori miskin. "Akibatnya, banyak rakyat miskin yang dipaksa bayar iuran selayaknya anggota mandiri," kata Rieke saat konferensi pers di ruangan pers DPR, Jakarta, Rabu (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPJS Kesehatan Harus Optimal
Dengan begitu, kata Rieke, diharapkan masyarakat dapat ikut mengawasi sehingga BPJS Kesehatan dapat bekerja secara lebih optimal. Rieke mengatakan pemerintah telah menyuntik dana ke BPJS Kesehatan sebesar Rp 5 triliun.
"Sekarang mau dilihat, apakah BPJS Kesehatan masih kekurangan uang atau pengelolaannya yang kurang bagus?" ujarnya.
Masih adanya kasus anggota BPJS Kesehatan yang ditolak membuat Rieke mempertanyakan pengelolaan keuangan oleh BPJS Kesehatan. "Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa rakyat Indonesia yang sakit hanya 25 persen, itupun tidak semuanya sakit berat," katanya.
Ia menambahkan, "Apakah uang yang disetorkan ke BPJS Kesehatan, baik itu dari negara maupun mandiri benar-benar habis?" katanya.
Rieke berpendapat perlunya terobosan agar pemenuhan kebutuhan obat dapat berjalan obat. "Jika perlu terbitkan keputusan presiden," katanya. (sur)