Menurut Taufik, pertanyaan yang hendak disodorkan kepada Veronica Tan bukannya tak ada kaitannya sama sekali dengan persoalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta 2015 yang memicu perseteruan antara DPRD dengan Ahok –sapaan akrab Gubernur Basuki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat yang dimaksud Taufik itu berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis pekan lalu (5/3). Foto-foto rapat itu memang beredar luas di sosial media. Tampak Veronica dan adik Ahok, Harry Basuki Tjahaja, bergabung dengan sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta, antara lain Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Syvia Murni dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Purba Hutapea.
Revitalisasi Kota Tua, menurut Sylviana, melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Pembangunan Kota Tua. Perkembangan revitalisasi Kota Tua sejauh ini terlihat dari pengelompokkan para pedagang di kawasan itu ke dalam cluster. PT Pembangunan Kota Tua juga berencana menyediakan bus wisata gratis agar wisatawan dapat berkeliling Kota Tua dengan mudah.
Taufik mengatakan revitalisasi Kota Tua dipersoalkan karena ada aset Pemprov DKI Jakarta di sana. DPRD juga khawatir pengelolaan Kota Tua diserahkan ke swasta sementara ada tanah dan aset Pemprov DKI di dalamnya.
Secara terpisah, Ahok mengatakan heran mendengar istrinya akan dipanggil Panitia Angket. Ia berpendapat pemanggilan terhadap Veronica melenceng dari tujuan awal pengusulan hak angket, yakni menyelidiki soal APBD DKI Jakarta.
“Urusan angket anggaran kok panggil istri saya? Dasarnya apa? Angket apa itu kok melenceng?” tanya Ahok bertubi-tubi.
Meski tak terima, Ahok mengatakan sudah siap bila istrinya benar-benar jadi dipanggil Panitia Angket DPRD. (agk)